Tampilkan postingan dengan label Lagi Bener. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Bener. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

::: Dalam KenyataaN :::

. Selasa, 09 Februari 2010
0 komentar

Dalam kenyataannya :
Hidup merupakan sebuah perjalanan singkat yang terkadang terasa berat, namun cukup menantang.

Peristiwa demi peristiwa yang pernah gue alami semakin menyadarkan bahwa kehidupan ini memang berat dan menantang.

Kehidupan ini pun dapat dimaknai sebagai ujian dan amanah
yang harus ... dan mau gak mau mesti dijalanin.

Dalam realita atau kenyataannya...kadang bahagia yang menyapa, kadang kedukaan yang datang.Masalah dan persoalan pun hinggap silih berganti dan rupanya gak akan pernah berhenti,
selama masih mau dan berminat hidup di alam fana ini.

Dalam kenyataannya:
Masalah satu selesai. lalu muncul masalah lain,Kesibukan satu tuntas, kemudian datang kesibukan lain...begitu seterusnya...

Betapa indah juga ya, bagi mereka yang ketika mendapat masalah danmusibah,selalu dibimbing oleh-Nya.

Refleksi perjalanan hidup memberi catatan:
Hiduplah dengan selalu berusaha bisa bersama-Nya,dalam suka maupun duka,dalam bahagia atau nestapa,dalam gembira juga sengsara,dalam keriangan begitu pula kegetiran dan...
dalam apapun jua.

Jangan terlalu pedulikan kenyataan pahit yang telah, sedang dan akan terjadi.Biarkan saja semua berjalan dan datang walau mungkin tanpa diundang, karena...semua adalah bagian dari ujian-Nya.Boleh dikata juga sebagai konsekuensi dari keinginan dan perbuatan kita.Yang baik tentunya dari Tuhan yang maha kasih, sedang yang buruk dari diri kita yang lemah, khilaf, alfa dan serba terbatas.Manusia tak ada yang sempurna.

Manusia, makhluk yang diberi kelebihan sekaligus kekurangan.Nampaknya, itu sebuah sunnatullah yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
Hmmm.......
Alangkah indahnya...
bila memiliki kelebihan disyukuri dan dimanfaatkan untuk kebaikan
bila memiliki kekurangan disabari sambil terus memperbaiki.

Oleh karenanya:
Kudu bersikap arif dan lapang dalam mensikapi kenyataan.
Arif, ketika kenyataan belum sesuai harapan...
Arif, saat keinginan dan cita-cita belum terwujudkan ...
Arif dan terus belajar untuk arif... ( yang namanya arif jangan merasa GR......:D )

Hingga:
Kan terminimalisirlah rasa kecewa, rasa pilu, rasa gundah, rasa kesal, rasa benci, rasa pahit, rasa dendam, rasa dan rasa-rasa lainnya yang terkadang menyesakkan, membebani dan memberatkan hati.

Semua itu adalah ujian...
Hidup adalah ujian...

Ujian harus terus dibarengi dengan harapan, dengan keyakinan, dengan usaha, dengan do'a
dan tetaplah tumbuhkan dan pelihara harapan itu.Karena dengan harapanlah hidup akan lebih berarti, indah dan bermakna.Harapan untuk berjumpa dengan-Nya. Harapan untuk menggapai cita-cita.
Semoga berguna......
READ MORE - ::: Dalam KenyataaN :::

Senin, 08 Februari 2010

Untuk Yang Tersakiti

. Senin, 08 Februari 2010
0 komentar

Ho...ho...ho.....
Nulis lagi aahk...hari ini diwarnet masih sepi, biasa deh kalo dah masuk hari senin gini, udah pada sibuk dengan segala aktivitas diawal minggu.Sambil ngopi anget, diteminin lagu melow...pas banget deh.Jari inipun mulai menari diatas keyboard.Tuk..tak..tuk tak....

Dari judulnya sobat bisa langsung nebak kan, sebetulnya tulisan ini buat siapa.?? tulisan ini buat orang-orang yang pernah gue sakitin ( sebenernya ga ada niatan sama sekali....),tulisan ini,,,,,ya buat yang tersakiti.....

Teruntuk seseorang yang pernah gue sakiti.
Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkah gue selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri..........

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita gak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah gue yang selalu bikin lu kecewa, Maafkanlah gue yang gak pernah dewasa dalam mengambil sikap.
Teramat lama gue ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama gue ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak menunggu waktu yang paling tepat untuk mengucapkan kata maaf ini, sebelum ajal datang menjemput, Maka maafkanlah Gue.
Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga gue pun mengerti kapan lu bakalan sakit,merasakan tawa dan duka bersama . Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa gue menginginkan sesuatu dan diri lu memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik.

Ingin gue bercerita semuanya tapi gak mungkin....gue ceritain semuanya....

Gak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. begitu juga gue, tidak juga engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu.
Untuk surat ini, untuk kekhilafan gue yang lampau, untuk kenangan yang membuat lu sakit, untuk segala sesuatu tentang kita, GUE minta maaf.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
READ MORE - Untuk Yang Tersakiti

Jumat, 22 Januari 2010

>> IT's My LIFe <<

. Jumat, 22 Januari 2010
0 komentar

Yeees...update blog lageeee....brubah lagi wajah blog gw, mawnya sih up to date teruus, ada keinginan pengen nulis tentang artikel komputer,software komputer,,,aahk pokoknya yang berhubungan dengan hal komputer...belum kesampean juga....

Hmm, ngomongin masalah berubah ( seperti halnya tampilan blog ini ) gw jadi pengen nulis tentang sikap. Kalo orang yang suka berubah-ubah pendirian disebut plin plan, tul gak..? alias gak punya pendirian yang tetap...what the hell laaaah..

Apakah sikap dapat berubah ? kalo ya, terus bagaimana ? ini hal yang sering dipertanyakan.
Di dunia ini kita temuin bahwa keberhasilan selalu diawali dari kemauan diri dan semuanya itu ada dalam pikiran kita. Kalo kita Berpikir kita orang gak berkelas, begitulah kita jadinya. Kita harus berpikir besar untuk dapatin atau meraih sesuatu, kita harus memiliki keyakinan diri sebelum kita meraih kemenangan. Perjuangan hidup gak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat dan lebih cepat Tapi cepat atau lambat, Orang yang menang adalah orang yang berpikir ia bisa menang.
Sebenernya tulisan ini untuk diri sendiri aj sih, dari pengalaman dan masalah-masalah yang telah gw hadapi, perubahan itu memang kudu di mulai dari diri sendiri.

Pertama, kita kudu mengubah cara berpikir kita. Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita.
Kedua, kalo keyakinan kita berubah, harapan kita akan berubah.
Ketiga, kalo harapan kita berubah sikap kita berubah.
Keempat, kalo sikap kita berubah, perilaku kita berubah.
Kelima, kalo perilaku kita berubah, kinerja kita berubah.
Keenam, kalo kinerja kita berubah, hidup kita akan berubah.

( srupuut kopi dolo... :D )

Yang juga penting untuk dicatet adalah perubahan gak selalu menyenangkan. Bahkan kalau suatu proses perubahan itu terasa mulus dan sangat enak alias adem ayem,bisa jadi ntu bukan perubahan.Yang namanya suatu Perubahan selalu menuntut pengorbanan namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baek.
Semua orang pengen mencapai sukses dalam hidup ini namun gak semuanya bersedia mengubah dirinya. Terutama mengubah pemikirannya. Pengalaman hidup membuktikan kalau kita sendirilah harus yang bertanggung jawab atas sikap kita. Kita sendirilah yang harus memulai perubahan itu. Sayangnya, kita cenderung menyalahkan orang lain atau merasa menjadi korban situasi jika keadaan memburuk. Padahal, menurut gue, salah satu hari istimewa dalam hidup ini adalah ketika kita berani mengambil komitmen bahwa kitalah orang yang paling bertanggung jawab atas hidup kita. Kalo lu ingin memahami hal ini coba baca lirik lagunya Bon Jovi,It's My Life, hehehhehe.

It’s my life
And it’s now or never
’Cause I ain’t gonna live forever
I just want to live while I’m alive
(It’s my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said
I did it my way
I just want to live while I’m alive
’Cause it’s my life!

Yes...it's My Life....

Baca lanjutan tulisannya : disini
READ MORE - >> IT's My LIFe <<

::: Jangan Campurin Urusan Orang Lain :::

.
0 komentar

Okeh..lanjutan tulisan gw...its my life

Pernah dalam posisi kayak gini gak..? campurin urusan yang bukan urusan kita....??
Kalo gw sebaliknya, urusan gw diikut campurin sama orang laen...kampret bete banget rasanya.....

OKeh...buat yang ngerasa telah mencampuri urusan gw....gak ada kata lain...Up what u said....if we reap evil evil be rewarded, if we are to reap the good will kindness repaid...Only God is omniscient...Amin...

Back to Laptop....
Entah kenapa, ada dari kita yang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan orang laen. Lihat aja betapa mudahnya seseorang menuntut dan mengkritik orang laen. Sebenarnya boleh-boleh aja mengkritik teman atau siapa pun, tapi dalam menyampaikan kritik, saran atau sebuah koreksi, sebaiknya kita tetap menghormati orang yang kita kritik. Karena itu dalam menyampaikan informasi yang sifatnya sebuah koreksi, sebaiknya kita menyampaikannya dengan cara yang baik, ramah dan lembut. Dan jangan pernah menyampaikan dengan cara yang langsung menyudutkan dan menyalahkan, tapi sampaikanlah pendapat kita dengan cara yang baik, santun dan bijak.

( sruput kopi dolo...)

Ada pepatah yang bilang gini, BERKATALAH YANG BAIK ATAU DIAM. Ya, kita sebagai manusia memang telah dikasih banyak banget nikmat oleh Allah SWT termasuk nikmat dapat berbicara, keterlaluan kalo yang mulutnya kayak embeeeeeeeeRrrr. Akan tetapi, banyak yang salah menggunakan nikmat ini. Mereka gak mengerti bahwa mulut yang telah dikaruniakan oleh-Nya seharusnya dapat dijaga dengan baik dan digunakan hanya untuk kebaikan.( mudah-mudahan dibaca neh sama ybs....)..:D
Tentang hal ini, gw bertanya sama mbah google, dan disuruh ucapin mantra hadist nabi tentang ngomongin orang lain :

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (Muttafaq ‘Alaihi) Lalu dalam hadist lain disebutkan: “Allah SWT memberi rahmat keapda orang yang berkata baik lalu mendapat keuntungan, atau diam lalu mendapat keselamatan.” (HR. Ibnul Mubarak)

Kalaupun memang kita mau kritik orang laen kita kudu bijak, kita juga harus memusatkan perhatian pada kemampuan orang yang kita kritik. Carilah satu kelebihan dalam diri orang tersebut. Walaupun tampaknya dimata kita kemampuannya kecil/sepele dan kita masih bisa jauh lebih baek dari orang tersebut. Tapi, cobalah bertanya sama diri sendiri, bagaimana kalo kita berada di posisi orang yang kita kritik, tanpa mempertimbangkan sedikitpun, kebenaran dan kemampuannya?

Kita juga kudu memeriksa kembali apa motif kita mengkritik (coba lu tanya dengan jujur pada diri sendiri). Dan tanyakan juga apa keuntungan yang kita raih setelah mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang laen. Karena, apabila yang namanya kritik itu, hanyalah sebuah upaya untuk menonjolkan konsep tentang diri sendiri. Atau kadang untuk buktiin bahwa kita lebih pintar dari orang yang kita kritik (yang kita cari-cari kesalahannya, kelemahannya). Kalo motif kita kayak gitu , maka segeralah berhenti untuk mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang laen. Ketahuilah, Gak ada orang yang luput dari salah dan khilaf, dan begitupun diri kita.

Daripada kita terus menerus menyibukkan dan melelahkan diri kita dengan mengorek-ngorek dan mencari-cari kesalahan dan kelalaian orang lain, yang bisa kita jadikan senjata untuk menyerangnya, bukannya lebih baek kita berpikir positif. Coba tanyain dengan jujur sama diri kita sendiri, sudah mampu blom kita berbuat lebih baek dari orang yang kita kritik atau kita cari-cari kesalahannya? Caranya cuma satu, yakni dengan pembuktian, lakuin ”sama persis” ”segala hal” yang dilakukan orang yang kita cari-cari kesalahannya. Kita buktiin pada diri sendiri dan dunia, apakah kita bisa melakukannya sama dengan orang yang kita cari-cari kesalahan/ kekurangannya, atau kita bisa melakukannya lebih baek dari orang tersebut? Semua ini hanya bisa diketahui dengan ”pembuktian”.

( bakar rokok dolo... )

Istilahnya, jangan cuma sekedar bisa meng-kritik atau mencari-cari kesalahan orang laen aja donk cuuy, coba lu lakuin terlebih dahulu, ”semua hal” yang dilakuin orang yang kita kritik atau yang kita cari-cari kesalahannya, kemudian lihat hasilnya , apakah hasil yang kita capai lebih baek darinya, sama dengannya atau lebih buruk darinya? Mampukah kita berbuat seperti dia, sebaik dia, atau lebih baek dari dia? Dan kalaupun ternyata kita memang mampu berbuat lebih baek daripada orang yang kita cari-cari kesalahannya/kritik, maka bersyukurlah, jangan sampai hal tersebut menjadikan kita ujub dan gak berarti hal tersebut membolehkan kita meneruskan mencari-cari kesalahan orang laen.
Kita sebagai umat islam gak berhak untuk mencari-cari kesalahan orang laen lalu nyebarin apalagi berusaha mempermalukan orang tersebut didepan umum.Sama aja kita makan daging bangkai.

Firman Allah SWT berikut ini: ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujuraat [49] : 12)

Sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Jadi, sebaiknya kita kudu pelihara perkataan dan perbuatan kita, memang tampaknya enak dan menyenangkan mengkritik orang laen, apalagi bila kita bisa menemukan celah dari hasil kita mengorek-ngorek kesalahan orang yang kita kritik, karena hal tersebut bisa kita jadikan senjata untuk melontarkan kritik kita.

Bagi seorang mukmin yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah, wajib mengerti bahwa “perkataan” itu termasuk amalannya yang kelak akan dihisab: amalan baik maupun buruk. Karena pena Ilahi tidak meng-alpakan, tidak pernah lalai ataupun menghapuskan satupun perkataan yang diucapkan manusia. Ia pasti mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal. Ingatlah bahwa semuanya, kelak harus kita pertanggungjawabkan.

Didedikasikan Buat : Sepupu gw...Mudah2an Allah Swt..memberikan Pintu Hidayah-Nya....Amin


READ MORE - ::: Jangan Campurin Urusan Orang Lain :::

Minggu, 17 Januari 2010

::: Segelas Kopi dan Rokok Buat Kesabaran Gue :::

. Minggu, 17 Januari 2010
0 komentar

Lelah setelah berkutat dengan BIOSTAR seharian full, rebahkan diri ini diatas kasur empuk dalam kamar...fiuuh satu masalah selesai tinggal menghadapi masalah-masalh yang lain yang telah menanti.

Raihlah Ilmu… Untuk Meraih Ilmu belajarlah untuk Tenang dan Sabar…

Gue menemukan seruan dari Khalifah Umar Bin Khotob tersebut saat diatas iseng browsing Internet disela-sela jadi operator, pada situs yang memposting berbagai macam kata-kata bijak dari berbagai sumber yang jelas… Begitu dalam maknanya seakan menampar muka ini yang mulai lesu dan seketika itu juga sanggup merubah 12 jam yang memuakkan menjadi sesuatu yang menyenangkan hingga pada sekitar halaman 80-an mbah Google, akhirnya gue menemukan artikel yang gue cari… Cihuy…
Diemani sebungkus rokok Djarum Super dan kopi hitam , Klutak klutik… Klutak klutik… Irama keyboar berpadu dengan lagu celoteh celoteh sang maestro kebanggan Bang Iwan Fals…
Sesuai dengan rencana… hari ini diwarnet setelah selesai oprek -oprek pc client, duduk manis dan diam dalam kegaduhan user-user yang sedang berinternet ria.
Sruupuut....suara kopi gw tengglak....jari mulai menari diiringi dengan suara keyboard.
Kopi dan Rokok....dua hal yang gak bisa pisah dari gue selama ini, kalo ga ada salah satunya dalam sehari kayak ada yang ilang.Kopi dan rokok merupakan pasangan yang gak dapat dipisahkan bagi kalangan perokok. Karena kopi merupakan obat untuk membunuh nikotin yang dikandungnya. Dengan kopi nikotin yang ada pada rokok akan berkurang dengan sendirinya. Kalangan yang sangat akrab dengan rokok dan kopi biasanya mayoritas dari kalangan pemuda. Biasanya kaum muda menjadikan rokok dan kopi sebagai pelengkap ketika mereka nongkrong—baik karena iseng maupun ketika berdiskusi akan sesuatu.
Khasiat lain dari kopi—selain pembunuh nikotin rokok—adalah: dapat menyegarkan, meringankan pikiran, membangkitkan semangat tetap terjaga dan dapat menyembuhkan penyakit wasir (hal ini dialami oleh syaikh al-Islam, guru dari orang yang dapat dipercaya, yang dicuplik oleh imam Ibnu Hajar al-Hitami dalam kitab Syarh al-‘Ubab) (hal. 24).Kopi juga cocok untuk orang yang mau diet, dengan cara meminumnya senelum makan. Karena apabila kopi dikonsumsi sebelum makan, maka proses pencernaan akan berkurang.

Orang yang pertama kali menemukan akan khsiat kopi ini adalah Abu Bakar Ibnu Abdullah asy-Syadzili—yang lebih dikenal dengan sebutan al-Idrus—,yang dengan tanpa sengaja memanfaatkannya dan menemukan khasiat di dalamnya.

Adapun manfaat dari rokok adalah dapat menghilangkan penyakit serak/parau, dapat menghilangkan stres, kadang rokok justru membantu seseorang menemukan fashahah, kefasihan lidah dan kadang rokok dapat membangkitkan semangat sesesorang dari kelesuhan. ( dari berbagai sumber )

( Bakar rokok dolo + sruput kopinya.... )
Nah itu sedikit prolog tentang manfaat kopi dan rokok yang gue dapet dari mbah google. Kalo bagi gue sendiri Kopi dan rokok, selama ini menjadi teman buat kesabaran gue dalam menjalani aktivitas kerja.Seperti yang gue bilang diatas kalo ga ada dua hal ini, kayak ada yang ilang dalam keseharian gue.
Dalam kopi dan rokok kadang gue menemukan ide, menemukan permasalahan yang tengah gue hadapin.gue jadi bisa lebih tenang dan sabar,jadilah kopi dan rokok buat kesabaran gue, disamping hal yang paling penting..mendekatkan diri pada Yang Kuasa.
Mungkin bagi beberapa kalangan ada yang tabu dengan dua hal tersebut diatas, memang tiap orang wajib punya pilhannya sendiri-sendiri.

Udah dulu aahk...mo seduh kopi lagi nih, stock dah tiris....ciaaaOoO
READ MORE - ::: Segelas Kopi dan Rokok Buat Kesabaran Gue :::

Selasa, 12 Januari 2010

::: MUHASABAH :::

. Selasa, 12 Januari 2010
0 komentar

Fuuuuh...dah luaaaaaaama banget neh blog ga keurus, bosen sama tampilan yang lama..eng ing eng akhirnya brubah lagi tampilan baru.Agak bingung juga, oprek2 blog.cos dah lama ga maenin blog.Dengan perjuangan yang keras dan tanpa kenal lelah akhirnya bisa juga..
tareek kebelakang sedikit, awalnya kenal blog cuma ikut2an doangan.dan gw juga seneng
nulis2 sejak dari sma.Ini blog gw yang paling lama, ada juga blog gw yang laen yang ngebahas tentang warnetdan yang belom jadi ada disini

Okeh kita lanjut gan....
3 Bulan
tiga bulan sengaja gue biar kan blog ini diam…tanpa postingan,tanpa ada pergerakan..sengaja gue biarkan saja bukan karna gue malas.

Minggu pertama sebelum pergantian tahun dan minggu kedua setelah tahun baru..itu semua karna gue ingin konsentrasi dulu untuk me muhasabah diri.ternyata banyak hal yg telah terlewati {seketika badan ini terasa lemas}waktu pas pergantian tahun,yg hanya gue lewati di warnet cos gw kebagian jaga, melewati malam pergantian tahun...sepi...tanpa orang-orang yang gw cintai.

***Minggu pertama sebelum tahun baru***

Mulai menyendiri…meresapi hari2 yg telah gw lalui mengingat untung dan rugi.

Seketika gue tersadar ketika seorang temen lama tiba2 muncul di facebook,temen masa SMA dulu.hampir sepuluh tahun sudah gue tidak pernah mengingatnya.

Ternyata semua berubah…
Keadaan berubah…
Hidup telah berubah…

Dia sekarang sudah punya 2 orang anak,dan mempunyai gelar di namanya, Ir.

Sedih…pastinya

Hampir sepuluh tahun gue sia siakan hidup ini..
berpetualang mencari jati diri..
mengembara seantero jakarta..
memuaskan hasrat diri.
Tanpa sadar..
Dunia telah berubah…

Dan gue tetap di poros bumi…
Terpaku…
Tetap tanpa mimpi…


Tapi itu gak juga jadi penyesalan buat gue..ingat waktu dulu ketika sekolah kami sering main di pinggir kali duduk di atas batu dan memandangi riak air yg bergelombang..

Gue bahkan gak tahu harus menjadi apa{hanya diam}…bagi gue..bisa menjadi orang yg berguna bagi diri sendiri,keluarga dan teman itu aja sudah cukup kalau bisa kaya raya.( hehehehehh )

Gue memang lain…{dan beginilah jadinya gue}

“ORANG YG TAK PERNAH KALAH DALAM HIDUP ADALAH ORANG YG TAK PERNAH MENGINGINKAN APA APA”

Simple…
Kalo kita gak menginginkan apa2 kita takkan pernah kalah,,,tapi jangan pikir kita tak kan mendapatkan apa apa{masih saja dengan ego gue}.

Hidup…berusaha sekuatnya..
bekerja sepuasnya
dan jangan lupa berdoa pada yg kuasa.

Kalau begini saja kita menjalani hidup kita pasti sudah mendapatkan apa yg di maksud dengan hidup{itu menurut gue}.

Kerja keras…
Kerja ikhlas…
Kerja lugas…
Dan jangan lupa doa pada yg di atas..

***MALAM PERGANTIAN TAHUN***

Diam…merenung,terpaku sunyi me muhasabah diri..memandang langit di hiasi kembang api yg menghabiskan pajak 1 milyar{coba buat gue y ....:D}

Dan gue menyumpahi semua..
Keyboard yg mengusik telinga gue..
Mercon yg bikin pekak telinga …
4 orang mati di malam tahun baru
Dan semua keperawanan yg terenggut di malam itu..

Dan aku berjanji dalam hati…
Ya RABB…hampir tiga puluh tahun,hanya ada aku dan ENGKAU,aku begitu terlena menatap dunia..dan aku lupa ada sesuatu yg kulupa tentang ENGKAU..

Satu tahun…satu juz

***MINGGU PERTAMA DI TAHUN INI***

Mencoba lebih baik dari yg kemaren..
Tapi tetap mengalir bagaikan air

Bekerja…
Berusaha…
Berdoa…

Satu tahun…satu juz
READ MORE - ::: MUHASABAH :::

Selasa, 03 November 2009

TAKDIR BUKANLAH JALAN HIDUP

. Selasa, 03 November 2009
0 komentar

Sungguh luar biasa!! Bertemu dengan orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah akan membuat gue berfikir satu hal dari tiga pilihan. Pertama, gue akan sangat iri dengan mereka karena merasa diri gak mampu mengimbangi apa yang diperbuatnya, Atau gue hanya menganggap mereka adalah dongeng dunia, cerita-cerita manis yang ada dikala gue akan tidur, mengomentari segala yang mereka lakukan dan suatu saat gue akan lupa dengan segala hal tentang keberadaan mereka atau yang ketiga, gue akan membuka diri untuk mempelajari bagaimana mereka bisa mencapai derajat kemuliaan tersebut, kemudian mencoba menerapkanya ke dalam kehidupan, gak sama memang tapi dengan semangat dan kualiatas usaha yang tidak kalah dengan mereka.

Ada 3 bagian peran yang gue lihat dari orang yang ada disana. Orang yang pertama mereka berperan sebagai orang yang memang ditakdirkan untuk pintar. Orang yang kedua, mereka yang berusaha untuk terlihat pintar dengan kesadaran bahwa mereka memang gak cukup pintar. Sedangkan orang yang ketiga, mereka adalah orang-orang yang berusaha untuk menjadi pintar, golongan ini merupakan kumpulan sosok yang sedang berusaha menerima takdir dengan baik dan membuat hari ini gak sama dengan besok.

Dari hal itu ternyata aku merenungi bahwa takdir itu bukanlah jalan hidup, takdir adalah sesuatu yang gue dapatkan bukan sesuatu yang gue jalani. Allah memberikan gue dalam kondisi tertentu, itu lah takdir gue. Kemudian dari yang gue dapatkan Allah akan melihat seperti apa cara gue mengelolanya, baik buruknya guelah yang menentukan.

Allah memberikan gue mengenal jalu , namun kebusukan yang gue lakukan terhadap jalu gue lah yang menciptakan. Memang terlihat terlalu sempit untuk mendeskripsikan arti takdir seperti itu, namun gue hanya ingin memukul diri sendiri bahwa semua yang telah gue perbuat BUKANLAH KEINGINAN ALLAH. Allah memang punya kuasa atas apa yang ada dilangit dan dibumi, tapi yang gue tangkap bahwa Allah gak pernah mendikte cara hidup kita.

Gue membuat kesimpulan sementara bahwa kesalahan dan takdir seperti mata koin yang saling tidak mengenal. Sekarang gue berada dikondisi kesalahan, yang harus gue lakukan adalah mencoba meluruskan cara hidup gue untuk mendapatkan takdir yang jauh lebih baik dari yang pernah Allah berikan kepada gue. Kekonsistenan bukanlah ouput dari sebuah semangat, tapi konsisten adalah pondasi untuk berjalan lebih tenang. Berjalan diatas sebuah tali tanpa ada pegangan disampingnya merupaka hal bodoh untuk dilakukan oleh orang awam, namun berjalan dengan pegangan di tangan kanan dan kiri akan memudahkan setiap kaki untuk melangkah. Dan pegangan untuk konsisten ternyata hanya ada satu, bukan jalu, bukan jagur tapi Allah.

Jalu mengatakan hal yang benar tentang ini.

Ane dan yg lainnya akan mensupport ente..

Tapi ga selamanya..
Ente harus sudah bisa berjalan sendiri.

Perubahan ini harus gue lakukan bukan untuk jalu, tapi untuk diri gue sendiri. Untuk apa gue berubah karena jalu, kalau jalu menghilang suatu saat. Lalu gue akan menjadi seperti apa??? kembali kemasa sebelum enam hari kemarin?? Tentu itupun bukan yang jalu inginkan. Namun tidak ada firman Allah yang mengharamkan manusia mencintai manusia lainnya, tentu dengan berbagai catatan didalamnya.


Ali bin Abi Tholib rodhiyAllahu ‘anhu menceritakan bahwa Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Setiap kalian telah ditulis tempat duduknya di surga atau di neraka”. Maka ada seseorang dari suatu kaum yang berkata, “Kalau begitu kami bersandar saja (tidak beramal-pent) wahai Rosululloh?”. Maka beliau pun menjawab, “Jangan demikian, beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan”, kemudian beliau membaca firman Allah, “Adapun orang-orang yang mau berderma dan bertakwa serta membenarkan Al Husna (Surga) maka kami siapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al Lail: 5-7). (HR. Bukhori dan Muslim). Inilah nasehat Nabi kepada kita untuk tidak bertopang dagu dan supaya senantiasa bersemangat dalam beramal dan tidak menjadikan takdir sebagai dalih untuk bermaksiat.

Jalu, gue masih berdiri dihari yang belum pernah teruji ini. Gue hanya bisa berdoa dalam setiap sujud dikirimkan ribuan malaikat untuk menjaga cahayaNya tetap ada dihati ini, mengiringi langkah ketempat-tempat yang diridhoi. Dan Allah memberikan hatimu selalu rindu kepadaNya. ^^

READ MORE - TAKDIR BUKANLAH JALAN HIDUP

Jumat, 16 Oktober 2009

ALLAH Selalu Memberikan Yang terbaik

. Jumat, 16 Oktober 2009
0 komentar

Kadang kita meminta pada Allah setangkai bunga yang indah,
tapi Ia beri kaktus yamg berduri.

Kita meminta kupu-kupu, tapi diberi ulat.

Kitapun sedih dan sampai kecewa

namun kemudian, kaktus itu berbunga,
indah sekali dan

ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.

Itulah jaLan Allah,
indah kalau sudah pada waktunya

Allah tidak memberi apa yang kita harapkn,

tapi Dia memberi apa yang kita butuhkan.

Kadang kita sedih, kecewa, terluka, berburuk sangka,

tapi jauh diatas segalanya

Dia sedang merajut yang terbaik untuk hidup kita.

jadi tidak ada putus asa dalam hidup ini

Selama kita berbaik sangka kepada-Nya
READ MORE - ALLAH Selalu Memberikan Yang terbaik

Kamis, 24 September 2009

Titik Perhentian

. Kamis, 24 September 2009
0 komentar

Blog ini cukup lama terbengkalai tanpa asupan kata-kata. Entah mengapa, mungkin dah ga terlalu lama standby lagi diwarnet , mungkin karena nulis di tempat lain. Mungkin juga karena memang episode hidup sedang pada titik biasa-biasa aja yang gak cukup bermakna untuk dituangkan dalam tulisan, gak juga sih sebenernya ingin banyak lebih menuangkan lagi tapi karena waktu yang memang udah terbelenggu oleh semua aktivitas. Hmm, iya sih. Mestinya ini jadi semacam milestone... Tapi mau mulai refleksi dari mana? Karena titik-titik perhentian itu menjadi kabur.

Hmm...melihat tampilan blog ini jadi makin semangat lagi, seperti semangat yang menyala menyambut hari kemenangan.Apalagi seakan menemukan kembali titik-titik perhentian itu.Dan mencoba berlari serta melupakannya.
Selamat Datang ide...Selamat Datang Semangat baru..........
READ MORE - Titik Perhentian

Selasa, 25 Agustus 2009

JANGAN BERMIMPI....MULAILAH !!!

. Selasa, 25 Agustus 2009
0 komentar

Matahari bersinar pada pagi ini dipenuhi kedamaian, cahayanya masuk melewati celah-celah kamar, memeluk dengan kehangatannya, memberikan harapan baru-impian baru. Pun gue tahu gak selalu harapan jadi kenyataan, tapi tanpa harapan manusia adalah makhluk tak bertujuan, terombang-ambing di samudera kehampaan.Harapan itu seperti cahaya di kegelapan, memberikan arah untuk melangkah agar tak salah, dengan harapan kita gak lagi jadi daun rapuh yang jatuh ke tanah dan linglung mencari rumah. Mungkin sebab itulah yang menjadikan gue lelaki dengan penuh impian, impian akan hari esok yang jauh lebih baik dari sekarang, dan hari sekarang yang jauh lebih baik dari esok.Dengan impian-impian itulah diri gue terbentuk, tanpa harus menjadikan impian itu hanya jadi khayalan, seperti yang pernah teman gue bilang “jangan jadikan impian itu onani basi”, ya….. onani basi adalah membiarkan diri terjebak di impian-impian tanpa ada tindakan apa-apa, menjadikan impian itu hanya tong kosong yang nyaring bunyinya. Tentu, gue gak mau jadi orang merugi, orang yang hanya bisa bicara tanpa bisa beraksi, di saat itulah gue berteriak pada diri gue sendiri “Stop DREAMING Start ACTION”.Maka dimulailah dengan melakukan pertanyaan kecil di kepala, membiarkan pertanyaan itu menari jalang dengan telanjang. Pertanyaan semisal, bagaimana menggapainya? langkah pertama apa yang mesti dilakukan untuk mencapainya?. Lalu menyusun rencana-rencana di sepetak kertas, menggoreskan segala macam cara untuk menghadapi setiap kemungkinan – baik atau buruk, disinilah gue mulai bermain dengan pertimbangan pertimbangan pada segala keuntungan dan segala kerugian, pada keberhasilan dan kegagalan, gue gak mau impian tentang keberhasilan membutakan, dan kegagalan menjadikan gue manusia pesimis.Setelah itu mulailah raga bergerak, siap dengan jari yang mengepal, meninju karang dengan garang, tak takut lelah dan tak mau menyerah.Jika, memang ternyata kejatuhan ada di depan, itu tak menjadikan gue manusia kalah karena yang jadi masalah adalah bagaimana kita berdiri lagi, bermimpi lagi dan bergerak lagi. Bagi gue jika kita berusaha maka akan selalu ada hasilnya, besar atau kecil itu tergantung dari bagaimana kita me-manage-nya, dan seberapa keras kita berusaha untuk mencapainya.Satu hal yang mesti diingat jika jatuh merengkuh “Jangan pernah salahkan siapapun akan kegagalan kita”. Menyalahkan gak akan memberikan jawaban, itu hanya akan membuat kita terjebak pada polemik salah dan benar, polemik berkepanjangan dan akan semakin menenggelamkan kita pada kegagalan (itulah yang menjadikan kita kalah), kita harus mengerti bahwa di setiap kegagalan di situ ada pembelajaran yang dapat menjadikan kita orang yang lebih baik dari kemarin. Mulailah mencari jawaban dari pertanyaan “bagaimana kita berdiri lagi? bergerak lagi?melaju lagi”, karena waktu terus berjalan maju, ia tak pernah mau menunggu.




READ MORE - JANGAN BERMIMPI....MULAILAH !!!

MINGGU TERAKHIR

.
0 komentar

Minggu Terakhir Pada sangkaku, Minggu akhir Juli hampir satu tahun yang lalu itu adalah Minggu Terakhir buat gue. gue yang rebah, lalu terguling-guling di bumi berguncang-berguncang, lalu pitam, takut, kecut dan gemetar, hingga dalam sempurna gamang tiada daya, hingga seketika aku bersangka-sangka : ini dia Minggu Terakhir! Ternyata itu belum berakhir. Itu bukan Minggu Terakhir. Masih ada dan gue lalui lagi minggu-minggu yang lain, yang belum juga berakhir-akhir. Juga hari ini, di saat orang-orang hiruk-pikuk berbenah menyambut Minggu Terakhir, gue kembali terkesiap, tergagap dan tergugup dalam lingkar trauma yang belum pupus. Dingin sekujur tubuh ketika seorang bocah, kawan kecil sesama pengemis membisikkan dengan suara yang sangat lirih, “Hari inilah Minggu terakhir!”. Bagai gila, gue berteriak keras sekali. Tetapi sepertinya teriakan gue gak bersuara lagi. Yang terdengar hanya desis-desis gak berarti. Teriakan gue menghambur percuma. Agaknya desis-desis itu hanya meruak jadi desas-desus pembenaran bahwa benar ini hari Minggu Terakhir. *** Siang sungguh terik membakar persimpangan segala simpang, ketika gue, seorang kakek pengemis tua, menebar senyum renyah pada semua manusia. Tak lagi terucap kata menghiba dan punah pula uluran tangan meminta-minta pada diri ini. gue coba tegur dan gue coba sapa orang-orang dengan bahasa-bahasa yang sangat manusia. Gue berikan segala senyum yang gue punya, agar semua orang ikut berbahagia, sebagaimana bahagianya diri ini pada siang terik ini. Gue mau membagi kembali semua belas kasih -- baik yang tulus atau yang terpaksa -- yang telah pernah gue terima dari semua manusia, dengan suatu akhir yang indah. Ya, akhir yang indah. Seindah makan enak dan tidur nyenyak. Seindah janji-janji kala bersemi cinta pada pandangan pertama, yang terbuai-buai, teralun-alun, hingga hinggap di mimpi-mimpi di malam-malam sunyi. Akhir yang indah, seperti akhir kisah-kisah Abu Nawas dan cerita 1001 malam. Sungguh, gue, pengemis tua, kali ini ingin sesuatu yang unik, yang terbalik. Maka, semakin manusialah senyum-senyuman yang gue tebarkan. Tetapi sepertinya alam gak sepaham lagi sama gue. Cuaca terik mendadak mendung. Dari segala ufuk awan hitam bergulung-gulung mengepung dan menggelantung rendah-rendah di langit-langit kampung, langit-langit kota, langit-langit persimpangan segala simpang hidup ini. Hembusan angin panas menderu-deru dan berpusing-pusing cepat sekali, menyeruak jalan-jalan protokol, menyisir lorong-lorong sempit, menerbangkan debu-debu dan bau-bau. Hidup jadi begitu sesak. Amarah-amarah memuncak. Gairah-gairah memuak. Tipu-tipu merebak-rebak. Melesat dan bergulir-gulir begitu cepatnya segala wacana, rencana, format, kesucian, kesejahteraan, kemakmuran, puja-puji segala sakral, caci-maki segala sakral! Semua bergolak, semua mencoba mencuat-cuat. Gue hanya termangu-mangu. Pilu. Kesal, terlalu sering kena tipu. *** “Apa benar ini Minggu Terakhir?” Batin gue pada Kapitan Pattimura, yang gambarnya tertera pada lembaran uang seribuan yang dilempar kemukaku oleh seorang cukong di simpang itu. Lusuh sekali uang itu, selusuh wajah kota yang gak pernah lagi cantik. Kota berwajah tua, berselaputkan debu dan jelaga asap kenderaan. Kota yang lelah, selelah diri ini meyakini konon katanya ini hari Minggu Terakhir. Gue coba lelapkan lagi diri ini untuk kesekian kalinya dalam alunan debu, nyanyian usang deru kenderaan, kelap-kelip lampu merah-kuning-hijau persimpangan, sambil gue tebarkan kembali senyum pada semesta. Lalu, malu-malu gue maknai diri bahwa gue, pengemis tua, juga punya pusaka trauma yang hingga minggu ini masih melilit dan mencucuk-cucuk benak tentang tragis Minggu kemarin, hampir satu tahun yang lalu. Begitu sempurnanya Minggu hampir satu tahun yang lalu itu, sesempurna kepergian orangtua, sesempurna jerit terakhir suara pedih dalam hati yang takkan terdengar........
READ MORE - MINGGU TERAKHIR

Sabtu, 25 Juli 2009

Jatuh lagi.....Bangun lagi

. Sabtu, 25 Juli 2009
0 komentar

Jatuh itu bisa sakit, bisa malu, bisa meninggalkan bekas luka, dan bisa diulangi lagi dan lagi. Paling gak oleh gue. Humm, ini nampak aib. Huhu.. Jadi gini..beberapa waktu lalu, gue jatuh cukup gegedubrakan (halah).
Persoalan jatuh..ternyata bisa juga nggak sederhana.. Ya, dalam hidup orang bisa terpeleset, tersandung, terjungkal, apapun lah namanya. Ada yang mencari pegangan, menemukannya, dan ia nggak jatuh. Tapi ada juga yang nggak cukup beruntung menemukan pegangan, kehilangan kontrol, dan akhirnya terjatuh. Tapi kalau mau dan berusaha, kita pastinya masih bisa bangun dan menata langkah kembali. Katanya, orang yang jatuh dan nggak bisa atau nggak mau bangun lagi adalah pecundang. Orang yang merasa sudah kehilangan segalanya juga adalah seorang yang kalah.

Tapi, harus disebut apa orang yang suka jatuh, bangun, jatuh lagi, dan bangun lagi, begitu seterusnya..lagi-lagi jatuh, lagi-lagi bangun? Apakah dia orang yang tabah dan sabar? Fokus pada tujuan? Atau...bodoh?

Gue pernah bertemu teman yang merasa hidupnya selalu aja dalam kesusahan, dia merasa susah karena melihat orang-orang di sekelilingnya terlihat hidupnya tenang, santai dan seperti sangat menikmati hidup. sedangkan dia merasa sebagai seorang yang memiliki kehidupan yang memiliki beban berat dan susah. semua di lakukan dengan perasaan berat, sedih, dan tak henti merenungi nasibnya yang tak berubah dari tahun ke tahun.

Pada suatu waktu gue dan dia ngobrol di sebuah warung makan sambil ngopi. saat kami ngobrol itu ada seorang kakek yang renta, lewat di depan kami membawa karung dan kait untuk mengait sampah. Sempat gue ingatkan teman gue yang suka mengeluh itu. masih bersyukur dia masih bisa bekerja di tempat yang bersih, dari pada kakek tadi yang terpaksa bekerja berat dan kotor karena keterpaksaan akan tuntutan hidup.

Gue menasehatinya seperti orang yang berwibawa dan bijaksana banget, walau motivasi gue itu di balas dengan ketus karena dia merasa jika hidupnya gak berubah mulai sekarang, maka dia adalah calon kuat menggantikan profesi kakek tadi sebagai pemulung setelah dia tua nanti. gue jadi ngakak dengernya. ternyata temen gue terlalu pesimis, sehingga dia merasa dirinya paling sedih di dunia, paling bernasib buruk di dunia

Gue bukannya gak pernah mengeluh, gue sering mengeluh, tapi gue juga sangat bersyukur dengan kondisi gue saat ini. masih banyak orang yang gak bernasib baik seperti gue, dan ternyata disana letak kebahagiaan itu. dimana kita bisa mensyukuri apa yang telah di berikan tuhan kepada kita. selalu memandang keatas untuk menjadikan motivasi kita, dan selalu memandang kebawah untuk mensyukuri apa yang telah di berikan tuhan kepada diri gue ini. terlalu banyak kebahagiaan yang di berikan tuhan di banding kesusahan

Gue pernah mengalami dimana gue sangat merasa terpuruk, sehingga gue sempat berpikir untuk gantung diri aja di bawah pohon tomat. tapi gue memiliki teman-teman yang sangat mencintai gue dengan motivasi-motivasi nya yang kembali membuat gue semangat untuk berdiri setelah terjatuh. gak pengen berlama-lama terjatuh, dan semangat untuk tetap bisa berdiri lalu berjalan.


Ya udah. Hidup pada akhirnya (hanya) berisi jatuh dan bangun. Kita (hanya) harus berusaha menjadi piawai untuk memilih pilihan-pilihan yang tingkat sucks-nya paling sedikit, dengan tujuan supaya nggak jatuh, supaya nggak sakit --walau sebenarnya jatuh perlu juga sebagai penegur, penambah amunisi stamina untuk bangkitnya diri ke posisi yang lebih baik dari sebelumnya. gue juga pernah jatuh..dan gue..segera cari Betadine. *huhu..suka gilaaa deeeyhh, maafkan.*





READ MORE - Jatuh lagi.....Bangun lagi

 

lorem ipsum 8

lorem ipsum 9

YOUR BLOG TITLE is proudly powered by o-om.com | Modif by BLOG SulthanYusuf